Recent Blog post
A. PENGERTIAN TELINGA
Telinga adalah Organ tubuh manusia
yang berfungsi sebagai indra pendengaran dan organ yang menjaga keseimbangan.
Telinga merupakan organ yang berperan terhadap pendengaran kita akan suara atau
bunyi, hal ini dapat terjadi karena telinga memiliki reseptor khusus yang
berfungsi untuk mengenali getaran suara. Namun Telinga memiliki batasan
frekuensi suara yang dapat didengar, yaitu yang frekuensinya 20 Hz – 20.000 Hz.
![]() |
| SUMBER GAMBAR KLIK DISINI |
B. FUNGSI TELINGA
- Telinga Sebagai Pengatur Keseimbangan, Terdapat struktur khusus pada organ telinga yang berfungsi mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berhubungan dengan saraf otak ke VIII yang berfungsi dalam menjaga keseimbangan dan untuk mendengar.
- Telinga Sebagai Indera Pendengaran, Telinga dapat berfungsi sebagai indera pendengaran apabila terdapat gelombang suara yang masuk melalui telinga luar yang akan diterima oleh otak melalui proses terjadinya pendengaran yang akan kami jelaskan dibawah.
C. BAGIAN – BAGIAN TELINGA DAN FUNGSINYA
Secara luas telinga di bagi menjadi 3
bagian besar, yaitu Telinga Luar, Telinga Tengah, dan Telinga dalam.
Masing – masing bagian tersebut memiliki fungsi spesifik terhadap tugasnya
masing – masing. Berikut penjelasan untuk bagian – bagian telinga tersebut :
1. Telinga Luar
Telinga bagian luar terdiri atas daun
telinga (aurikula), saluran telingan luar (analis auditoris eksternal), dan
gendang telinga (Membran Timpani) yang membatasinya dengan telinga dalam.
Daun Telinga terbentuk oleh susunan
tulang rawan yang memiliki bentuk khas untuk mendukung fungsinya, yaitu untuk
memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran telinga.
Saluran Telinga Luar, dalam bagian
ini terdapat kelenjar sudorifera yaitu kelenjar yang dapat menghasilkan serumen
(bahan mirip lilin yang dapat mengeras). Serumen ini menjaga telinga agar tidak
banyak kotoran dari luar yang masuk ke dalam, juga dapat menghindari masuknya
serangga karena memiliki bau tidak sedap.
Membran Timpani
adalah bagian yang berfungsi untuk menangkap gelombang suara.
![]() |
| SUMBER GAMBAR KLIK DISINI |
2. Telinga Tengah
Telinga tengah merupakan rongga yang
berisi udara dan menjaga tekanan udara tetap seimbang. Dinding dari bagian ini
dilapisi oleh sel epite. Fungsi Utamanya adalah untuk meneruskan Suara yang
diterima dari Telinga Luar ke Telinga Bagian Dalam. Pada telinga bagian tengah
terdapat Tuba Eustachius, yaitu
bagian yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut (faring). Tuba Eustachius
Ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga bagian luar
dengan telinga bagian tengah.
Telinga bagian tengah terdiri atas 3
tulang pendengaran utama yaitu Maleus(Martil),
Incus(Landasan), dan Stapes(sanggurdi), Tulang – Tulang ini
saling berhubungan satu sama lain (dihubungkan oleh sendi) karena adanya sendi
maka tulang – tulang ini dapat bergerak. Rangkaian 3 Tulang yang sedemikian
rupa ini berfungsi untuk mengirimkan getaran yang diterima dari membran timpani
pada telinga luar menuju ke Jendela Oval Telinga Dalam. Tuba Eustachius ini selalu menutup kecual saat
menelan dan menganga. Oleh karena itu saat kita dalam ketinggian tertentu,
apabila telinga berdengung, kita dianjurkan untuk menelan, karena menelan dapat
membuka tuba eustachius yang akan menyeimbangkan kembali tekanan udara.
![]() |
| SUMBER GAMBAR KLIK DISINI |
3. Telinga Dalam
Telinga Dalam terdiri atas bagian
tulang dan bagian membran. Telinga dalam disebut juga sebagai labirin karena
bentuknya. Labirin tulang (Labirin Osea)
merupakan rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelipis yang berisikan
cairan perilimfe. Labirin Membran
terletak pada bagian yang sama dengan bagian labirin tulang, namun tempatnya
lebih dalam dan dilapisi oleh sel epitel serta berisi cairan endolimfe.
![]() |
| SUMBER GAMBAR KLIK DISINI |
Labirin Tulang telinga dalam terbagi
menjadi 3 bagian, yaitu :
- Koklea (Fungsinya lebih ke pendengaran)
- Vestibuli (Fungsinya lebih ke menjaga keseimbangan)
- Kanalis Semisirkularis (Fungsinya lebih ke menjaga keseimbangan)
1. Koklea (Rumah Siput)
Koklea berbentuk seperti tabung
bengkok ke belakang lalu berlilit mengelilingi tulang dan membentuk seperti
kerucut di ujungnya. Koklea berfungsi sebagai reseptor karena memiliki sel –
sel saraf di dalamnya. Dalam Tabung Koklea terdapat bagian yang dibentuk oleh
tulang dan membran koklea, bagian ini disebut Membran Basilaris. Membran Basilaris berfungsi memisahkan
koklea menjadi 2 bagian, yaitu pada bagian atas disebut Skala Vestibuli, dan pada bagian bawah disebut skala timpani. Diantara skala vestibuli dan skala timpani terdapat
skala media. Bagian atas Skala media
dibatasi oleh membran vestibularis (reissner) dan bagian bawahnya oleh membran
basilaris.
Pada Bagian atas membran basilaris
terdapat suatu struktur khusus yang dikenal dengan nama organ korti. Organ Korti berfungsi mengubah getaran
suara menjadi impuls. Organ Korti adalah struktur yang disusun oleh sel-sel
rambut dan sel penyokong, sel rambut pada organ korti ini dihubungkan dengan
bagian auditori (pendengaran) dari saraf otak VIII.
2. Vestibuli
Vestibuli adalah bagian yang terdiri
dari sakula dan utrikula. Sakula dan Utrikula ini disusun oleh sel rambut
yang memiliki struktur khusus, sel rambut ini disebut macula acustika. Sel
rambut pada sakula tersusun secara vertikal, sedangkan pada utrikula tersusun
secara horizontal. Pada sel rambut macula austica ini tersebar partikel serbuk
protein kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolith. Secara sederhana cara kerja vestibuli dapat dijelaskan :
Saat berubahnya posisi kepala, Otolith yangs sensitif terhadap gravitasi lepas dari sel rambut pada macula asutica, hal ini merangsang timbulnya “respon pendengaran” yang akan direspon oleh otot untuk menjaga keseimbangan.
3. Kanalis Semisirkularis (Saluran Setengah Lingkaran)
Kanalis Semisirkularis adalah saluran
setengah lingkarang yang terdiri dari 3 saluran semisirkularis yang tersusun
menjadi satu kesatuan dengan posisi yang berbeda. 3 Saluran tersebut adalah :
- Kanalis Semisirkularis Horizontal
- Kanalis Semisirkularis Vertikal Superior (Vertikal Atas)
- Kanalis Semirikularis Vertikal Posterior (Vertikal Belakang)
D. PROSES TERJADINYA PENDENGARAN
Gelombang Suara masuk melalui telinga
luar à Masuk ke membran timpani à Membran Timpani mengubah gelombang
suara menjadi getaran à Getaran Diteruskan ke Koklea (Rumah Siput à Getaran membuat cairan di rumah
siput bergerak à Pergerakan cairan merangsang berbagai reseptor rambut di
koklea (rumah siput) à Sel rambut akan bergetar à Getaran akan dikirim melalui saraf
sensoris menuju otak dalam bentuk impuls à Otak menerima impuls dan
menerjemahkannya sebagai suara.http://www.softilmu.com/2015/04/Pengertian-Bagian-Bagian-Telinga-Fungsi-adalah.html
BAGIAN BAGIAN TELINGA MANUSIA BESERTA FUNGSINYA
Suku dari Provinsi D.I Aceh

Suku Aceh ini mayoritas agamanya adalah Islam. Ini pun disebabkan karena suku di Aceh merupakan keturunan yang lahir dari berbagai suku dan bangsa yang kebanyakan dari bangsa arab dan beberapa belahan dunia lain yang pernah menetap di Aceh saat mereka melakukan perdagangan dengan bangsa lain dahulu kala.
Pada masa pra-modern, suku aceh hidup secara matrilokal dan juga komunal. Saat itu mereka tinggal di sebuah pemukiman yang biasa disebut dengan gampong. Dari banyaknya gampong-gampong yang berkumpul menjadi satu kesatuan, terbentuklah mukim.
Dalam catatan sejarah, Aceh pernah mengalami masa keemasan yaitu dimulai pada abad ke 16 di masa kejayaan kerajaan Islam Aceh, hingga kemudian mencapai puncak kejayaan pada abad 17 dan menjadi negara terkuat dan termakmur di kawasan selat malaka.
Hal yang menjadikan Aceh mempunyai ciri khas khusus adalah mereka dikenal sebagai suku di Indonesia yang memegang teguh syariat Islam. Dan mereka adalah satu-satunya suku di Indonesia yang merdeka sebelum Indonesia merdeka hingga akhirnya bergabung dengan Indonesia dikarenakan dasar kita mempunyai dasar agama yang sama.
Suku dari Provinsi Sumatera Utara

Dalam hal agama, ada beberapa kepercayaan yang dianut oleh suku batak. Yaitu diantaranya adalah agama Islam, Kristen, Protestan, dan Katolik. Ada juga beberapa suku yang masih menganut kepercayaan lama seperti tradisi malim dan animisme.
Suku batak juga memiliki berbagai salam yang berasal dari setiap suku mereka. Mungkin kita hanya mengenal kata Horas saja selama ini. Tapi beberapa dibawah ini akan menjadi pengetahuan kamu tentang keragaman salam dari berbagai suku batak yang ada di Provinsi Sumatera Utara ini.
Suku Fakfak,Njuah-juah Mo Banta Karina!
Suku Batak Karo, Mejuah-juah Kita Krina!
Suku Batak Toba, Horas Jala Gabe Ma Di Hita Saluhutna!
Suku Batak Simalungun, Horas Banta Haganupan, Salam Habonaran Do Bona!
Suku Batak Mandailing dan Angkola, Horas Tondi Madingin Pir Ma Tondi Matogu, Sayur Matua Bulung!
Begitu beragam bukan dari apa yang sering kita dengar. Salam Horas!!
Suku dari Provinsi Sumatera Barat

Suku yang paling dikenal oleh kita di Provinsi Sumatera Barat adalah Suku Minang atau mungkin kalian menyebutnya orang padang, mereka itulah suku Minang. Namun dalam bahasa mereka sendiri, mereka menyebutnya dengan kata urang awak sebagai ungkapan untuk kelompok orang Minang itu sendiri.
Untuk adat dan budayanya, suku mereka sangat menjunjung tinggi arti kekeluargaan yang dimulai dari jalur perempuan atau biasa disebut matrilineal dan diwarnai dengan ajaran Islamnya yang sangat kental.
Dan menurut Thomas Stamford Raffles yang pernah melakukan ekspedisi kesana menyatakan bahwa suku Minangkabau adalah awalnya penyebaran suku melayu yang saat ini tersebar sampai Kepulauan Timur.
Suku dari Provinsi Riau

Suku asli yang berasal dari Provinsi Riau ini adalah suku Akit. Mereka lebih dahulu tinggal di Riau sebelum suku yang lainnya datang dan tinggal di daerah ini juga. Lebih tepatnya bisa banyak kalian temui sekarang di Kecamatan Bengkalis daerah Kabupaten Bengkalis.
Suku dari Kepulauan Riau

Adapun suku Kubu, mereka mayoritas sebenarnya tinggal di provinsi Jambi dengan populasi yang cukup sedikit sekitar 200.000 ribu orang. Sedangkan suku Sakai ada yang mengatakan bahwa suku ini merupakan suku campuran antara ras Wedoid dan juga ras Austroloid yang bermigrasi ke Sumatera Selatan pada abad-14.
Suku dari Provinsi Jambi

Mungkin tidak jauh berbeda dari suku di provinsi Riau karena jaraknya yang berdekatan. Namun yang lebih dikenal dan menjadi mayoritas di provinsi Jambi adalah suku Kerinci.
Nama Kerinci diperoleh dari pedagang India Tamil yang berlabuh dan berkelana di sana. Diambil dari sebuah nama bunga yang berasal dari India Selatan, yaitu bunga Kurinji. Bunga ini hanya dapat tumbuh di ketinggian 1800 m di atas permukaan air laut. Dan mungkin karena inilah suku yang tinggalnya juga di kawasan pegunungan Kerinci ini juga dinamakan suku Kerinci.
Suku dari Provinsi Bengkulu

Suku yang menjadi mayoritas di provinsi Bengkulu adalah suku Serawai, mereka banyak tinggal di area kabupaten Bengkulu Selatan, terutama di kecamatan Seginim, Manna, Pino, Kelutum, Talo, Seluma, dan kecamatan Sukaraja
Suku dari Provinsi Sumatera Selatan

Adapun suku Musi merupakan salah satu suku di Provinsi Sumatera Selatan yang mendirikan rumahnya diantara bantara sungai Musi. Bahasa yang dipergunakan mereka juga secara umum disebut sebagai bahasa Musi walaupun tidak semua dialek yang digunakan sama.
Suku dari Provinsi Lampung

Suku yang menjadi mayoritas di provinsi Lampung adalah suku Lampung dimana suku ini terbagi menjadi dua, yaitu suku Sebatin dan suku Pepadun. Suku ini dulunya merupakan bagian dari Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Jambi dimana kerajaan ini sempat berjaya sekitar abad ke-11 di Asia Tenggara.
Suku dari Provinsi Bangka Belitung

Suku mayoritas yang tinggal di Bangka Belitung adalah suku Melayu dimana dulu suku ini merupakan bagian dari Kerajaan Melayu yang akhirnya takluk dibawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.
Dan karena begitu luasnya pengaruh Kerajaan Sriwijaya, suku ini berkembang hingga ke daerah Jawa, Kalimantan, dan juga Semenanjung Malaya. Jadi sebenarnya orang Melayu merupakan suku yang berasal dari daerah Sumatera, lebih tepatnya Bangka Belitung.
Suku dari Provinsi Banten

Kenapa bisa begitu? Karena suku Baduy merupakan salah satu suku di Indonesia yang bisa dikatakan terisolasi dari budaya luar. Keyakinan mereka tentang adat masih sangat kuat, bahkan merasa sangat tabu untuk di foto. Terutama untuk suku Baduy dalam.
Suku dari Provinsi DKI Jakarta

Namun mereka kebanyakan adalah para pendatang yang belum menjadi masyarakat tetap di Ibukota tercinta kita ini. Suku yang bisa di pastikan ada adalah suku Betawi, Jawa, dan Sunda.
Adapun suku Betawi merupakan suku asli dari DKI Jakarta. Seni budaya yang selalu menjadikan unggulan dari suku Betawi biasanya dikenal dengan nama Ondel-ondel.
Suku dari Provinsi Jawa Barat

Hal yang paling menarik dari Suku Sunda adalah dari sisi budaya dan juga bahasa. Mereka dikenal sebagai suku yang riang, optimis, sopan, ramah, dan bersahaja. Seni budaya yang paling di kenal dari masyarakat Sunda adalah Wayang Golek. Sedangkan alat musiknya berupa Angklung dan juga Karinding.
Suku dari Provinsi Jawa Tengah

Suku Samin adalah masyarakat keturunan dimana mereka merupakan pengikut dari Samin Surosentiko yang mempunyai ajaran hidup bernama sedulur sikep.
Sedulur sikep mempunyai makna bertanggung jawab. Mereka lebih suka disebut dengan nama “Wong Samin”. Dengan sebutan tersebut, mereka dikenal sebagai kelompok masyarakat yang selalu berusaha menjalankan kehidupan sehari-harinya sesuai ajaran Samin.
Suku dari Provinsi D.I Yogyakarta

Suku Jawa adalah suku bangsa terbesar yang berada di Indonesia. Mereka juga ada yang berasal dari Jawa Tengah dan juga Jawa Timur. Tak hanya itu, mereka tersebar juga sampai Pulau Sumatera, Bali, dan beberapa Provinsi lainnya di Indonesia.
Seni dan budaya yang dimiliki oleh suku Jawa juga tak kala menarik dengan suku yang lain. Mereka selalu mengandalkan keseimbangan, keserasian, dan keluwesan pada kehidupan sehari-harinya.
Wayang kulit, Batik, Keris, dan Gamelan merupakan budaya khas suku Jawa. Dan dikarenakan kekuasaan Kerajaan Majapahit yang dulu tersebar sampai Filiphina dan Malaysia. Kebudayaan ini juga dinenal di daerah tersebut dan masih tetap ada sampai sekarang.
Suku dari Provinsi Jawa Timur
Suku berikutnya adalah suku yang menghuni daerah Provinsi Jawa Timur yaitu diantaranya ada suku Jawa, suku Madura, suku Tengger, dan suku Osing. Adapun Suku Jawa merupakan etnis dengan populasi besar di Indonesia, jumlahnya sekitar 20.179.356 juta jiwa (sensus 2014).Lalu suku Tengger yang dipercaya merupakan suku yang berasal dari keturunan salah satu raja di Majapahit yang melarikan diri ke daerah Tengger, di Lumajang.
Suku dari Provinsi Bali
Suku yang berada di provinsi Bali yaitu suku Bali Aga, dan suku Bali Majapahit. Adapun Suku Bali Ada merupakan salah satu sub suku bangsa Bali dimana mereka mengganggap keturunan dari sukunya adalah penduduk Bali yang asli.
Suku dari Provinsi Nusa Tenggara Barat
Suku yang tinggal di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Bali, Sasak, Samawa, Mata, Dongo, Kore, Mbojo, Dompu, Tarlawi, dan Sumba. Adapun Suku Sasak, kemungkinan berasal dari kata sak-sak yang artinya sampan.
Dalam Kitab Negara Kertagama kata Sasak disebut menjadi satu dengan Pulau Lombok. Yakni Lombok Sasak Mirah Adhi. Dalam tradisi lisan warga setempat kata sasak dipercaya berasal dari kata “sa’-saq” yang artinya yang satu. Kemudian Lombok berasal dari kata Lomboq yang artinya lurus. Maka jika digabung kata Sa’ Saq Lomboq artinya sesuatu yang lurus.
Suku dari Provinsi Nusa Tenggara Timur
Suku yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu suku Sabu, suku Sumba, suku Rote, suku Kedang, suku Helong, suku Dawan, suku Tatum, suku Melus, suku Bima, suku Alor, suku Lie, suku Kemak, suku Lamaholot, suku Sikka, suku Manggarai, suku Krowe, suku Ende, suku Bajawa, suku Nage, suku Riung, dan suku Flores.
Adapun Suku Bima adalah salah satu tertua yang telah mendiami Kabupaten Bima dan Koa Bima sejak kerajaan Majapahit. Suku ini mempunyai cadar khas dari sarung yang mempunyai nama rimpu.
Suku dari Provinsi Kalimantan Barat
Selanjutnya adalah suku yang tinggal di Pronvinsi Kalimantan Barat. Suku yang mendiami Provinsi Kalimantan Barat diantaranya adalah suku Dayak, suku Kayau, suku Ulu Aer, suku Mbaluh, suku Manyuke, suku Melayu-Pontianak, suku Punau, suku Ngaju.
Adapun suku dayak adalah salah satu suku yang berada di pulau Kalimantan yang merupakan penghuni pendalaman asli dan hampir bisa ditemui di setiap pelosok Pulau Kalimantan secara keseluruhan.
Suku dari Provinsi Kalimantan Tengah
Suku yang tinggal di Provinsi Kalimantan Tengah yaitu suku Dayak, suku Kapuas, suku Ot Danum, suku Ngaju, suku Lawangan, suku Dusun, suku Maanyan dan Katingan, suku Taboyan, suku Bukumpai. Adapun Suku Ot Danum yang juga dikenal dengan SUku Dohoi, Malahoi, atau Uud Danum/Uut Danum adalah kelompok etnis yang menghuni wilayah Pegunungan Schwaner.
Suku dari Provinsi Kalimantan Selatan
Suku yang menghuni Provinsi Kalimantan Selatan yaitu suku Ngaju, suku Laut, suku Maanyan, suku Bakumpai, suku Bukit, suku Dusun, suku Deyah, suku Balangan, suku Aba, suku Melayu, suku Banjar, dan suku Dayak.
Adapun Suku Banjar yang merupakan suku utama di Kalimantan Selatan berjumlah sekitar 4,1 juta jiwa. Sebanyak kurang lebih 2,7 juta orang Banjar bertempat di Kalimantan Selatan dan jumlah sisanya berada di pulau perantauan.
Suku dari Provinsi Kalimantan Timur
Suku yang tinggal di Provinsi Kalimantan Timur yaitu suku Ngaju, suku Otdanum, suku Apokayan, suku Punan, suku Murut, suku Dayak, suku Kutai, suku Kayan, suku Punan dan suku Bugis, suku Abal, suku Bulungan, suku Tidung, suku Kenyah, suku Berusau.
Salah satu suku terpandag, Suku Tidung yang semula mempunya kerajaan yang bernama Kerajaan Tidung. Tetapi kini kerajaan Tidung telah runtuh dikarenakan politik adu domba yang dilakukan oleh penjajah Belanda.
Suku dari Provinsi Kalimantan Utara
Selanjutnya suku yang menghuni daerah Provinsi Kalimantan Utara yaitu suku Bugis, Suku Jawa, Suku Tidung, Suku Bulungan, Suku Banjar, Suku Suluk dan Suku Dayak. Adapun Suku Bulungan pada zaman dahulu merupakan Kesultanan Bulungan yang kini telah hancur dikarenakan tragedi Bultiken, yaitu sebuah peristiwa berupa pembantaian
Pembantaian ini dilakukan oleh tentara Indonesia yang dipimpin oleh Letnan B.Simatupang, atas perintah Pangdam IX Mulawarman saat itu yang bernama Brigadir Jendral Suhario terhadap para petinggi dan keluarga kerajaan Kesultanan Bulungan, serta aksi pembakaran istana Bulungan dan penjarahan serta perampasan harta benda milik Kesultanan Bulungan yang juga dilakukan oleh para tentara tersebut.
Suku dari Provinsi Sulawesi Selatan
Suku yang tinggal di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Mandar, Bugis, Toraja, Sa’dan, Bugis, dan Makassar. Adapun Suku Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan. Kata “Bugis” berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis
Suku dari Provinsi Sulawesi Tenggara
Suku yang menghuni Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu Mapute, Mekongga, Landawe, Tolaiwiw, Tolaki, Kabaina, Butung, Muna, Bungku, Buton, Muna, Wolio, Moronene, Wononii, Kulisu, Laki, dan Bugis. Adapun Suku Buton adalah masyarakat yang mendiami wilayah kekuasaan Kesultanan Buton. Daerah-daerah itu kini telah menjadi beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
Suku dari Provinsi Sulawesi Barat
Suku yang terdapat di Provinsi Sulawesi Barat yaitu Mandar, Toraja, Bugis, Jawa, Makassar. Adapun Suku Toraja tidak hanya banyak tinggal di Sulawesi Barat, tetapi juga Sulawesi Selatan. Kata toraja berasal dari bahasa Bugis, to riaja, yang berarti “orang yang berdiam di negeri atas”.
Suku dari Provinsi Sulawesi Tengah
Suku yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Buol, Toli-toli, Tomini, Dompelas, Kaili, Kulawi, Lore, Pamona, Suluan, Mori, Bungku, Balantak, Banggai, dan Balatar. Adapun Suku Mori, wilayah otoritasnya meliputi Kabupaten Morowali bagian utara. Salah satu tokoh Mori yang terkenal adalah Raja Mori yang bernama Marunduh, ia terkenal dengan semboyan “Metumbah allo komba aku monsuka”.
Suku dari Provinsi Gorontalo
Suku yang mendiami Provinsi Gorontalo yaitu Gorontalo, Atinggola, Suwawa, Manado, Polahi. Adapun Suku Gorontalo atau Hulondalo adalah penduduk asli provinsi Gorontalo di bagian utara pulau Sulawesi.
Suku dari Provinsi Sulawesi Utara
Suku yang mendiami Provinsi Sulawesi Utara yaitu Minahasa, Bolaang Mangondow, Talaud, Gorontalo, Sangir, Ternate, Togite, Morotai, Loda, Halmahera, Tidore, dan Obi. Adapun Suku Minahasa merupakan suku bangsa terbesar di provinsi Sulawesi Utara.
Suku dari Provinsi Maluku
Suku yang menghuni Provinsi Maluku yaitu Buru, Banda, Seram, Kei, Ambon, Rana, Alifru, Furu-furu. Adapun Suku Buru, kelompok etnis ini kebanyakan tinggal di pulau Buru. Mereka juga menyebut diri gebfuka atau gebemliar yang secara harfiah berarti “orang dunia” atau “orang tanah”.
Suku dari Provinsi Maluku Utara
Suku yang tinggal di Provinsi Maluku Utara yaitu Halmahera, Obi, Morotai, Ternate, Bacan, Module, Pagu, Makian Barat, Kao, Buli, Patani. Adapun Suku Togutil (atau dikenal juga sebagai Suku Tobelo Dalam) adalah kelompok/komunitas etnis yang hidup di hutan-hutan secara nomaden di sekitar hutan Totodoku, Tukur-Tukur, Lolobata, Kobekulo dan Buli yang termasuk dalam Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Orang Togutil sendiri tak ingin disebut “Togutil” karena Togutil bermakna konotatif yang artinya “terbelakang”.
Suku dari Provinsi Papua Barat
Suku yang ada di Provinsi Papua Barat yaitu Mey Brat, Arfak, Asmat, Dani, dan Sentan. Adapun Suku Dani dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai petani yang terampil dan telah menggunakan alat/perkakas yang seperti kapak batu, pisau yang dibuat dari tulang binatang, bambu dan juga tombak yang dibuat menggunakan kayu galian yang terkenal sangat kuat dan berat.
Suku dari Provinsi Papua
Suku yang mendiami Provinsi Papua yaitu Sentani, Dani, Amungme, Nimboran, Jagai, Asmat, dan Tobati. Adapun Suku Papua Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik.Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual.
Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu suku Bisman yang berada di antara sungai Sinesty dan sungai Nin serta suku Simai.
Itulah berbagai macam suku asli Indonesia yang tinggal di berbagai daerah provinsi di Indonesia. Dimana kesemuanya adalah berbangsa satu yaitu Bangsa Indonesia. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membuat kita lebih mengenal lagi tentang bangsa kita ini.
http://obatrindu.com/macam-macam-suku-di-indonesia/
MACAM-MACAM SUKU YANG ADA DI INDONESIA
Jika anda ingin membuat lampu gantung dari kardus bekas, anda harus menyiapkan :
1. Kardus bekas
2. Penggaris
3. Pensil
4. Cutter
5. Cat semprot
6. Lem tembak
7. Kabel
8. Fitting
9. Lampu
Setelah alat dan bahan untuk membuat lampu gantung dari kardus bekas disiapkan. Kita lanjut ke tahap selanjutnya yaitu bagaimana langkah-langkah pembuatannya:
1. Siapkan kardus bekas, tandai dengan pensil membentuk bidang persegi panjang. Dengan panjang 60cm dan lebar 21cm kemudian potong (untuk ukuran panjang dan lebar potongan dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan).
2. Langkah selanjutnya warnai salah satu sisi dari potongan kardus tersebut dengan cat semprot. Pilih warna cat sesuai dengan selera Anda, lalu diamkan sampai cat benar-benar kering.
3. Tandai sisi panjang kardu yang tidak dicat menjadi lima bagian sama panjang, kemudian garis dengan cutter tapi ingat jangan sampai terpotong kardusnya. Hal ini bertujuan agar kardus dapat dilipat menjadi bentuk segilima sama sisi seperti yang terlihat pada gambar diatas.
4. Bentangkan kembali kardus dari lipatan segilima kemudian potong memanjang kardus menjadi tujuh bagian dengan masing-masing bagian memiliki ukuran panjang 60cm dan lebar 3cm.
5. Setelah diperoleh potongan kecil-kecil, hubungkan antar ujung potongan tersebut sehingga membentuk segilima dengan sisi yang di cat berada pada posisi bagian dalam. sampai ujung ketujuh potongan tersebut terhubung semuanya. Kemudian susun ketujuhnya seperti yang terlihat pada gambar diatas. Ini nanti akan kita gunakan sebagai frame/bingkai dari lampu gantung.
6. Selanjutnya kita siapkan untuk membuat bagian atas dari kap lampu tersebut. Potong kardus dengan bentuk segilima sama sisi dengan panjang sisi-sisinya 12cm, sesuai dengan ukuran potongan frame yang telah kita buat. Supaya mudah kita jiplak ukuran frame segilima sama sisi yang telah dibuat sebelumnya diatas kardus kemudian tinggal dipotong menggunakan cutter.
7. Buat lubang ditengah-tengah bagian atas dari kap lampu yang telah kita buat sebelumnya sehingga ujung lampu dapat masuk ke fitting kemudian lem fitting dengan kardus tersebut.
8. Tinggal kita pasang frame yang telah dibuat dengan atasannya, dan rekatkan dengan lem tembak sehingga terbentuk lampu gantung yang cantik seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.
Demikian tadi penjelasan panjang lebar dari M+Studio tentang bagaimna membuat lampu gantung dari kardus bekas. Kurang lebihnya minta maaf, semoga dapat menginspirasi kita semua, selamat mencoba dan terima kasih.
http://www.majalahrumah.com/2013/02/membuat-lampu-gantung-dari-kardus-bekas.html
Lampu gantung dari kardus bekas
Penerbit : Best Media
Genre : Roman, Fiksi
Kategori : Young Adult, Family Drama, Persahabatan, Wattpad
Terbit : Maret 2016 (Cetakan Pertama)
Tebal : 528 halaman
ISBN : 978 – 602 – 6940 – 14 – 8
Harga : Rp. 99.000
Seperti apa hidup kita ke depan, nggak akan pernah ada yang tahu bentuknya. Seperti hidup Salma yang berubah drastis saat dia pindah ke SMA Garuda. Teman-temannya tak sealim saat di sekolah lamanya. Beberapa dari mereka tercipta sebagai tukang rusuh dan senang berantem, termasuk Nathan, cowok yang menyelamatkan Salma dari hukuman karena datang telat.
“Di SMA kalau nggak ada murid sejenis Nathan mah nggak seru, belum berasa putih abu-abunya. Kalau semua anak di sekolah ini kalem, pasti nggak bakal rame.” – Rahma – hlm. 79
Nathan, dia tak mengira akhirnya bisa sangat jatuh cinta pada Salma, anak baru yang tampak ingin menangis saat telat datang ke sekolah. Kalau bagi Nathan, terlambat adalah hal biasa baginya, ternyata jauh berbeda jika situasi itu dihadapi oleh cewek manis yang membuatnya berubah jadi cowok yang penuh perasaan.
“Meskipun saya tampangnya berandalan. Tapi saya amat menghargai perempuan. Perempuan itu kayak kaca, kalau retak ya bakalan retak seumur hidup dan nggak bakal bisa balik kayak semula. Gimana pun caranya.” – Nathan – hlm. 95
Nathan baru tahu, jatuh cinta pada cewek lugu yang belum pernah pacaran jadi hal yang cukup menguras tenaganya. Awalnya, dia begitu menikmati pengejaran cintanya. Tapi, apakah Nathan selamanya akan menikmatinya jika Salma terus menerus bersikap cuek padanya?
“Dan seandainya pemilik hati kamu adalah saya, ke mana pun kamu pergi, hati itu pasti akan balik kepemilik sejati dan Tuhan punya seribu satu cara untuk mendekatkan kita lagi. Tapi kalau bukan milik saya? Tuhan juga punya banyak cara untuk nemuin kamu dengan yang lain.” – Nathan – hal. 486
Tidak hanya cinta yang memperumit hidup Nathan. Ada masalah lebih besar yang sejak lama dihadapinya, masalah keluarga yang sangat berat, hingga Nathan merasa begitu berat menanggungnya. Kehilangan orang yang sangat disayangi, merasa ditinggalkan oleh ayahnya, dan masih banyak lagi masalah dalam otak Nathan.
“Nath, dunia ini udah penuh dengan kesedihan dan air mata. Seandainya lo nggak hanya fokus pada luka lo sendiri, ada banyak hal indah yang selama ini lo lewatin.” – Seli – hlm. 473
Dear Nathan, kisah masa putih abu-abu yang sweet. Sangat sweet sampai kamu akan merasa kangen menjadi anak SMA lagi. Jadi remaja memang bagian hidup yang tak terlupakan. Masa-masa dimana kita mencari jati diri, begitu ingin bebas lepas, dan baru mengenal tentang cinta.
Meskipun tema yang diusung memang sering kita jumpai, tapi karakter Nathan-lah yang jadi bagian paling apik di novel ini. Penulis berhasil menciptakan tokoh yang membuai pembaca. Bagaimana dia bersikap, tingkahnya, kejahilannya, dan terutama bagaimana cara Nathan saat bersama Salma – semua sangat menarik.
Nathan ini memang bad boy, tapi bukan playboy. Rasanya, jadi mulai berpikir, nggak semua bad boy adalah playboy. Dan, anak-anak nakal seperti Nathan harusnya bukan dimusuhi atau malah dilabeli ‘nakal’, karena selalu ada alasan yang membuat mereka tercipta sebagai anak nakal. Banyak yang salah dalam mengatasi anak-anak seperti ini. Makanya, anak nakal dimarahi bukannya membaik, tapi malah menjadi.
Karakter Salma yang terasa lugu, manis, pintar, dan punya jiwa yang halus, memang tampak kontras dengan Nathan. Namun, karena kontras itulah jadi terasa semakin menarik. Aku suka cara Salma bersikap di depan Nathan. Keluguannya mengatasi cinta yang pertama kali menyambangi hatinya, membuat Salma jadi semakin manis dan pantas jadi sasaran kejaran Nathan.
Intinya, kalau masalah karakter, penulis berhasil membuat karakter-karakter yang kuat. Tidak hanya pada tokoh utamanya, untuk tokoh pendukung yang jumlahnya bejibun, penulis mampu memberi mereka ciri khas satu persatu khas anak SMA.
Jalan cerita yang diciptakan juga terasa masuk akal. Konfliknya mampu dikisahkan dengan apik, dan penyelesaiannya cukup membuatku puas.
Banyak ilmu yang bisa diambil dari novel ini. Tentang pengorbanan, tentang kasih sayang, persahabatan, bahkan tentang arti memaafkan dan mau menerima kenyataan.
Yang jadi kelemahan di novel ini adalah cara penulis membuat narasi. Beberapa terasa berlebihan. Kadang, pemilihan diksinya terasa tidak pas. Narasi juga terlalu berputar-putar. Dan, banyak sekali typo dan penggunakan kata yang tidak baku. Jadi bertanya-tanya, ini novel ada editornya nggak ya? Kalau baca sih ada, tapi kenapa terasa nggak diedit ya?
Novel ini memang bermula dari Wattpad. Aku kenal novel ini juga dari Wattpad. Ada beberapa yang berubah di edisi cetaknya ini. Seperti beberapa nama teman Salma. Lalu cara bicara Nathan ke Salma yang menggunakan ‘saya-kamu’. Rasanya, malah nggak pas. Aku yang mengenal novel ini lewat Wattpad jadi merasa janggal. Dan, cara bicara Nathan yang menggunakan ‘saya-kamu’ malah terkesan nggak Nathan banget. Oke, penulis sudah menjelaskan kenapa dia pakai ‘saya-kamu’, tapi tetap rasanya nggak pas. Kalau ‘aku-kamu’ mungkin masih oke.
Sebenarnya, kalau beberapa hal di atas lebih diperhatikan saat proses editing, pasti novel ini aku kasih lima bintang di goodreads. Tapi, karena kesalahan yang teramat banyak hingga cukup mengganggu, 3,2 dari 5 bintang cukup. Yang jelas, aku selalu meleleh sama Nathan kalau lagi sama Salma.
Satu lagi, menanggapi beberapa pendapat yang mengatakan novel ini plagiat dari novel Jingga dan Senja karya Esti Kinasih, aku merasa nggak setuju. Novel ini sangat berbeda dari Jingga dan Senja. Nathan halus banget kalau sama Salma. Ari udah kayak preman kalau sama Tari. Nathan deketin Salma memang karena cinta banget. Kalau Ari karena nama mereka yang hampir mirip. Dan meskipun keduanya sama-sama kembar, tapi konfliknya jauh berbeda banget.
Jadi, janganlah asal nge-judge karya seseorang sebagai plagiat. Lihat dalamnya, baca baik-baik, dan telaah bagian mana yang kamu anggap plagiat? Kalau tema, nggak masalah-lah, banyak, kok novel yang punya tema sama, tapi tetep aja cara berceritanya sudah berbeda.
http://dianputu26.blogspot.co.id/2016/04/review-dear-nathan-karya-erisca-febriani.html












